a straight punch analogy

18 Oktober, 2009 Leave a Comment


Penggemar film action atau martial art pasti familiar sama ini. Satu gerakan pukulan lurus dan sederhana, sering kali dianggap sepele dan sering juga di anggap ga penting. Tapi anehnya kok banyak martial artis yang `mendalami` secara khusus jenis pukulan ini ya? mungkin karena jenis pukulan ini yang punya jarak tempuh paling pendek ke sasaran,efektif,cepat,sederhana. Namun ternyata tidak sesederhana itu.

Untuk menguasai satu pukulan lurus yang cepat-efektif-kuat ternyata ga cuma latihan mukul doangan . Kaki harus kuat untuk memberi fondasi dan acuan tenaga untuk memukul, so latihan kuda-kuda dan footwork is a must. Pinggang harus lentur-elastis namun kuat untuk memberikan `saluran` dan daya dorong tambahan yang  mulus pada gerakan tangan, so kelenturan dan daya tahan tubuh harus di latih. Tenaga harus kuat sebagai tulang punggung untuk menghasilkan satu pukulan yang kuat, mau ga mau harus di latih juga. Kecepatan juga harus dikuasai agar mampu menempuh jarak pukul dengan cepat, dan sekali lagi mau ga mau harus dilatih juga...iyey pisan heuheuheu...

Lets just say kita sudah menguasai hal-hal diatas dan dalam satu kesempatan kita mengeluarkan pukulan lurus ini ke arah lawan,dan kena. And guess what? lawan kita jatuh namun jari-jari tangan kita juga retak,patah, atau bengkak. ternyata oh ternyata, daya tahan tangan juga harus dibiasakan. Conditioning tangan pun mau ga mau harus dilatih.

Akhirnya kita menguasai semua unsur tersebut dan sudah pede banget. Tapiiiii..... ternyata lawan kita pun bukan orang sembarangan, mereka sama berlatih dan menguasai kemampuan yang sama. Mau ga mau kita harus belajar memutar otak untuk menciptakan kesempatan untuk memukul, atau menunggu saat yang tepat untuk melancarkan serangan. Experience is the key. Ternyata panjang ya ?

Point nya adalah : Satu hal yang sederhana tidak selalu sederhana, dan ini berlalu dalam semua hal. Cari tahu, teliti, perhatikan, pelajari latar belakang, kerja keras, dan usaha dari seseorang yang mampu menampilkan hal yang `terlihat sederhana` ..  seringkali kesederhanaan malah menjadi puncak/akumulasi dari semua hal terbaik dari kemampuan seseorang.

btw ini mah baru katanya lhooo...heuheuheu...kabur dulu aaah             ...............

2 komentar »

  • Dito Simonides said:  

    kungfu genep kahayang vs kungfu teu boga kadaek? wkwkwwk :p

  • touch the sky said:  

    tanpa harapan heuheuheu (^^)